Cerita tengah malam.


Aku jarang merasa
Jarang berfikir dan menelaah apa yang salah.
Aku riuh sekali
Memikirkan hari esok dan detik selanjutnya
Lupa apa yang telah atau sedang terjadi.
aku warna warni pelang,
cerah matahari  pagi,
merah muda langit petang di neverland.
jadi alan alan kelas
tawa sana sini
menghibur tanpa libur
tapi puisiku kelam semua.
mana pialanya
mana piagamnya
hipokrit kelas ulung pada zamannya.

ini ada luka lama
yang belum habis betul
dibiarkan terberongak penuh nanah
mengundang pesta belatung
ditutupi kapas setiap hari barunya
disiram parfum mahal
agar tak berbau.
Itu dokter ijazah palsu atau hanya orang yang sok tau?
Berharap sembuh sendirinya,
Malah menjalar luas di dalam keruh pembuluh darah
perlahan lalu keseluruhan seperti penjajah

aku tak lagi main pakai hati
banyak drama aku benci
tapi sekalinya tengah malam datang,
rasanya seperti banjir
terlalu banyak dan kelompong sekaligus.
Ibarat mau muntah,
tapi perlu makan dulu agar ada yang dimuntahkan

jangan terlalu difikirkan
Ini hanya cerita tengah malam
Besok siang beda lagi soal
Ada peran yang harus dimainkan,

Comments