22.54
Cerita tengah malam.
Aku jarang
merasa
Jarang berfikir
dan menelaah apa yang salah.
Aku riuh
sekali
Memikirkan
hari esok dan detik selanjutnya
Lupa apa
yang telah atau sedang terjadi.
aku warna
warni pelangi,
cerah
matahari pagi,
merah muda
langit petang di neverland.
jadi
alan alan kelas
tawa
sana sini
menghibur
tanpa libur
tapi
puisiku kelam semua.
mana
pialanya
mana
piagamnya
hipokrit
kelas ulung pada zamannya.
ini ada
luka lama
yang
belum habis betul
dibiarkan
terberongak penuh nanah
mengundang
pesta belatung
ditutupi
kapas setiap hari barunya
disiram
parfum mahal
agar tak
berbau.
Itu dokter
ijazah palsu atau hanya orang yang sok tau?
Berharap
sembuh sendirinya,
Malah menjalar
luas di dalam keruh pembuluh darah
perlahan
lalu keseluruhan seperti penjajah
aku tak
lagi main pakai hati
banyak
drama aku benci
tapi
sekalinya tengah malam datang,
rasanya
seperti banjir
terlalu
banyak dan kelompong sekaligus.
Ibarat mau
muntah,
tapi
perlu makan dulu agar ada yang dimuntahkan
jangan
terlalu difikirkan
Ini hanya
cerita tengah malam
Besok siang
beda lagi soal
Ada peran
yang harus dimainkan,
Comments
Post a Comment